Portal Berita Cilegon No1

3 Elemen Mahasiswa Refleksikan Hari Anti Korupsi di Depan Pemkot Cilegon

CILEGON, BCO – Gabungan tiga Elemen yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota cilegon dan Jaringan Pemuda Dan Mahasiswa Cilegon (JPMC) melakukan aksi refleksi hari anti korupsi didepan pintu gerbang Pemkot Cilegon, Jumat (7/12/2012).


Agus Maulana Ketua KAMMI Cilegon, dalam orasinya menyoroti beberapa kasus korupsi yang tak kunjung selesai. ”Kasus pagar DPRD tahun 2007, tempat pelelangan ikan tahun 2009, lahan pasar Kranggot, eks Pasar Baru, sertifikasi tanah Pemkot Cilegon, Sanggar Seni Cilegon senilai Rp 3,68milyar dan pengadaan lahan agro bisnis senilai Rp 3,19 milyar, adalah bukti kasus-kasus korupsi yang tidak jelas penyelsaiannya,” kata Agus.

Dikatakannya kembali, cita-cita terwujudnya Kota Cilegon menjadi Kota Madya adalah dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan keadilan masyarakat Cilegon. ”Namun sungguh ironis yang terjadi, cita-cita itu hanya menjadi impian semu masyarakat. Justru yang terjadi saat ini adalah ketertindasan, kemiskinan dan pengangguran dirasakan masih tidak jauh berbeda dengan sebelum menjadi kotamadya. Rakyat yang juga ikut memperjuangkan Cilegon ini, namun rakyat tidak pernah menikmati hasilnya,” ujar Agus.

Dalam kesempatan itu, Hairul Alwan, selaku ketua IMC mengatakan, yang paling marak adalah perilaku korup. “Perilaku Korup para penguasanya dan yang lainnya, sehingga menggambarkan betapa perilaku elit penguasa kita sungguh sangat memprihatinkan,” kata Hairul.

Sementara itu ketua JPMC, AzwarAnas, kepada Berita Cilegon Online mengatakan, seluruh aktivis berharap kepada penegak hukum untuk serius.
”Kami sangat berharap banyak kepada penegak hukum untuk serius menangani kasus-kasus korupsi. KPK, Kepolisian, Kejaksaan dan pengadilan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh komitmen. Bukan penegakkan hukum yang setengah hati, hingga kasus-kasus tersebut masih mengendap dan tidak jelas,” kata Anas.

Menurutnya, adalah sebuah konsekwensi dari aparat hukum apabila kasus itu terungkap. ”Banyaknya kasus korupsi yang belum terungkap menjadi sebuah PR untuk penegak hukum, oleh karena itu kami dari aliansi pergerakan perubahan Cilegon menyatakan, untuk bersatu melawan korupsi dan segala bentuk penindasan di Kota Cilegon, tidak ada kata selain lawan,” pungkas Anas.

Sejumlah aktivis ini mendapat pengawalan ketat dari Satpol PP dan aparat kepolisian Polres Cilegon. (*)

Penulis
H Sutanto

Polling

Walikota Cilegon 2015-2020 Pilihan Anda

Mobile Version | Standard Version