Portal Berita Cilegon No1

Demo Krakatau Posco: Warga dan Polisi Baku Hantam, 4 Orang Terluka

CIWANDAN, BCO - Ratusan warga yang tergabung dalam Solideritas Masyarakat Kubangsari ( SIMAK ) menggelar demo di proyek PT Krakatau Posco atau perusahaan patungan PT Krakatau Steel dengan Posco, perusahaan baja dari Korea Selatan, Senin (10/9/12). Demo menuntut perekrutan tenaga kerja lokal perusahaan yang masih dalam tahap pembangunan di wilayah kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi banten, ini berlangsung ricuh, warga dan polisi yang melakukan pengamanan aksi saling baku hantam. 

Akibat peristiwa tersebut, empat orang mengalami luka. Mereka yang mengalami luka adalah dua orang dari warga dan dua orang lainnya dari kubu polisi. Dua warga yakni Jeliman mengalami patah tulang hidung, sementara Bedi, kepalanya memar. Sementara dari kubu polisi belum diketahui identitasnya, keduanya hanya mengalami pecah bibir. Jeliman dan Bedi, sempat dibawa ke Rumah sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon untuk mendapatkan perawatan.

Terkait aksi tersebut, Dewan Pembina SIMAK Ibrohim Aswadi kepada Berita Cilegon Online (BCO) mengatakan, tidak mengetahui siapa yang mengawali hingga terjadi bentrokan tersebut, karena pada saat itu, ia sedang berada di atas mobil untuk beroerasi. “Entah siapa yang memulai, ketika saya masih berorasi, tiba tiba mobil didorong oleh massa, dan mobil yang ditinggalkan sopirnya menabrak blockade polisi. Dari situ awalnya kemudian polisi mengejar massa, hingga 2 orang anggota kami jatuh pingsan dipukuli polisi. Dari pihak polisi pun ada yang luka akibat baku hantam tersebut,” ujar Ibrohim. 

Sebelumnya, imbuh Ibrohim, aksi ini dilakukan SIMAK, karena merasa keberatan dengan kebijakan PT Krakatau Posco yang sangat kurang peduli kepada masyarakat Kubangsari. “Tuntutan kami adalah, masyarakat Kubangsari agar mendapat prioritas di Krakatau Posco, untuk tenaga kerja permanen sebesar 30 persen, sedangkan tenaga kerja kontrak atau subkon sebesar 70 persen. Yang kedua, masyarakat Kubangsari menuntut kesehatan, berupa penyediaan klinik kesehatan di perkampungan padat penduduk, karena selama ini masyarakat Kubangsari hanya mendapatkan debu dan bising dari aktivitas proyek PT Krakatau Posco,” ujarnya.

Tuntutan ketiga, masih kata Ibrohim, meminta Krakatau Posco agar memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada pengusaha lokal agar ikut serta dalam proses pengerjaan proyek pembangunan pabrik. “Yang keempat Krakatau Posco agar mampu menjaga lingkungan, yakni dengan dibukannya jalan menuju akses laut dan pembangunan drainase yang bermuara di laut, itu saja tuntutan dari kami,” Ibrohim menegaskan. Pantauan BCO, demonstran diwakili 9 orang untuk beraudiensi dengan management KS, di antaranya terdapat 2 orang anggota DPRD Kota Cilegon, yakni Bustomik dan Syihabudin Sidik.

Sementara itu, Corporate secretary PT Krakatau Posco Pria Utomo pada saat konfrensi persnya mengatakan bahwa pihak PT Krakatau Posco mengapresiasi tuntutan masyarakat Kubangsari dan menganggap aksi tersebut sebagai masukan positif. “Kita anggap ini sebagai masukan yang positif. PT Krakatau Posco akan selalu memberikan perhatian khusus kepada masyarakat Kubangsari. Menanggapi tuntutan dari masyarakat pada hari ini akan kita coba akomodir semampu yang akan kita lakukan. Terkait tuntutan rekruitmen kita akan mengupayakan memaksimalkan tuntutan 30 persen masyarakat Kubangsari dan 70 persen masyarakat Cilegon. Kita akan mengupayakan perekrutan karyawan dari Kubangsari melalui test,” ujarnya.

Sementara terkait klinik, kami sudah fokus melalui program corporate social responsibility (CSR) di ring satu, yakni Kubangsari, Samangraya dan Tegalratu. Lebih lanjut, Pria juga mengatakan sampai saat ini pendanaan PT Krakatau Posco masih terbatas. “Ini kan masih konstruksi kita akan bertahap untuk mengupayakan dengan stake holder baik PT KS, Kiec ataupun  Krakatau Posco untuk membuka akses jalan yang menuju ke laut. Semuanya sudah kita akomodir,” pria menjelaskan. 

Sementara itu, setelah melakukan audiensi dengan management PT Krakatau Posco, anggota DPRD Cilegon Bustomik, mengatakan, pihaknya mengingiknkan aspirasi masyarakat Kubangsari secepatnya diakomodasi. “Tadi setelah kami melakukan audiensi, akhirnya pihak PT Krakatau Posco sepakat akan merekrut warga Kubangsari untuk menjadi karyawan dengan melalui test tertulis dan persyaratan. Akan tetapi apabila kesepakatan itu dilanggar, kami akan demo lagi dengan massa yang lebih besar lagi,” ujar Bustomik. (*)

Penulis

H Sutanto 

Polling

Walikota Cilegon 2015-2020 Pilihan Anda

Mobile Version | Standard Version