Portal Berita Cilegon No1

PT KS Diguncang Demo, Demonstran Keukeuh Minta Irvan Kamal Dicopot

CILEGON, BCO – Setelah roadshow melakukan aksi demo dari kantor Kejari, Polres, dan Pemkot Cilegon, selanjutnya ribuan massa demonstran berbagai LSM yang tergabung dalam Kompak dan PRC melakukan demo ke PT Krakatau Steel (KS) di depan gedung ADB, Selasa (25/9/12).

Dalam aksi lanjutan tersebut, massa yang marah membakar dua keranda sekaligus, spanduk, poster dan teriakan yel-yel datang menggema dari aksi massa tersebut, mereka meneriakan untuk mencopot secepatnya jabatan Dirut KS yang baru Irvan Kamal dan Wisnu Kuncoro.
 
Tatang Tarmizi, Ketua Forpek Nusantara dalam orasinya mengatakan, PT KS sudah menyakiti masyarakat Cilegon. “Kami sakit hati kepada direksi PT KS yang mengatakan bahwa masyarakat Cilegon tidak mampu untuk bekerja di PT KS dengan alasan SDM nya kurang mumpuni, hal ini benar-benar telah melukai perasaan kami,” ujar Tatang.
 
Bahkan, Tatang sempat mengancam massa demo akan merangsek masuk apabila direksi PT KS tidak meminta maaf. “Kami akan masuk bersama massa apabila direksi PT KS atau Dirutnya yang bernama Irvan Kamal tidak menemui kami disini,” teriak Tatang.

Sementara itu ketua LSM Rumah Hijau, Supriyadi mengatakan, Dirut PT KS Irvan Kamal dan Wisnu kuncoro harus meminta maaf melalui media massa. “Kami tidak akan tinggal diam, kami hanya meminta direksi PT KS agar memberikan data karyawan yang baru direkrut dan meminta maaf yang dimuat dimedia atas ucapannya yang melukai masyarakat Banten khususnya Cilegon,” kata Supriyadi.

Pantauan Berita Cilegon Online (BCO), setelah lama melakukan orasi dan tidak ada satupun direksi PT KS yang keluar untuk menemui massa, situasi mulai memanas, dengan tiba-tiba pintu gerbang didorong-dorong dengan kerasnya, ketika usaha tersebut tidak membuahkan hasil massa membakar dua keranda yang sengaja dibawa oleh demomstran sebagai simbol kematian.

Sesaat kemudian, massa melompati pagar dan berlari menuju ke gedung direksi, namun aksi massa tersebut berhasil dihadang oleh Satuan Dalmas Polres Cilegon, kericuhan tersebut  nyaris saja terjadi baku hantam, antara massa dengan aparat kepolisian, namun hal itu tidak terjadi dan berhasil ditenangkan oleh aparat kepolisian lainnya.

Sementara itu, Muhari, ketua bidang komunikasi Serikat Buruh Krakatau Steel, dalam orasinya mengatakan, outsourching merupakan perbudakan, dan hal tersebut harus dihapuskan. “Outsourciing sama saja dengan perbudakan, jual beli manusia, untuk itu  kami menginginkan menjadi karyawan tetap, bayangkan, sudah berapa tahun kami menjadi outsourcing tetapi tidak dianggap, jelas hal ini sangat merugikan kami,” teriaknya.
 
Muhari menilai, selama ini PT KS hanya memeras tenaga saja. “ Selama ini PT KS hanya memeras tenaga kami saja, akan tetapi upah yang kami terima tidak sebanding, apabila pada hari ini kami tidak ada yang menemui, kami akan demo kembali dengan membawa massa yang lebih besar,” katanya.
 
Aksi demo pun bubar sekitar pukul 16.00 wib. (*)

Penulis
H Sutanto

Polling

Walikota Cilegon 2015-2020 Pilihan Anda

Mobile Version | Standard Version