Portal Berita Cilegon No1

Lanal Banten, Pantau Jalur Kapal Dengan Alat Rakitan Sendiri

MERAK, BCO - Keamanan laut yang berada dalam wilayah teritorial Lanal Banten merupakan bagian integral dari tanggung jawab  keamanan yang komprehensif. Untuk itu, sejak bulan Desember tahun 2011, Lanal Banten telah memilki alat deteksi dini bagi kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Sunda, alat ini dirakit sendiri oleh anggota Lanal Banten . Demikian dikatakan Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (p) Agus Priyatna, beberapa waktu lalu kepada BCO.

Lebih jauh, Danlanal menerangkan fungsi dari alat tersebut,  bahwa alat tersebut dapat mendeteksi kapal-kapal Ferry dan Kargo ataupun Tangker bahkan kapal perang yang melintas di perairan Selat Sunda dapat terlihat dilayar monitor. "Alat ini kami rakit sendiri," kata Komandan sambil menunjukkan alat hasil karya anggotanya tersebut.

Hal ini menurut Komandan, sesuai dengan aturan IMO (international Maritime Organization), organisasi internasional ini adalah badan khusus PBB yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pengiriman dan pencegahan pencemaran laut oleh kapal-kapal. Aturan tersebut adalah bahwa kapal yang ukurannya diatas 300 GT (gros ton) dan kapal penumpang semua orang tanpa memandang ukuran harus memasang Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sebuah alat otomatis pelacakan sistem yang digunakan pada kapal dan dengan pelayanan lalu lintas kapal (VTS) untuk mengidentifikasi dan menemukan pembuluh oleh elektronik pertukaran data yang terdekat lainnya dengan kapal dan stasiun AIS Base. AIS disetujui untuk keselamatan dan tujuan keamanan nasional.

"AIS informasi suplemen kelautan radar, yang terus menjadi metode utama menghindari tabrakan untuk transportasi air," katanya.

Selanjutnya informasi yang disediakan oleh peralatan AIS, seperti identifikasi yang unik, posisi, dan kecepatan, dapat ditampilkan pada layar atau ECDIS . AIS dimaksudkan untuk membantu sebuah kapal watchstanding petugas dan memungkinkan maritim pemerintah untuk melacak dan memantau pergerakan kapal.

"Kapal yang dilengkapi dengan AIS transceiver dan transponder inilah yang kemudian dapat dilacak oleh alat yang kami rakit sendiri," terang Komandan. (*)

Penulis
Juki San

Mobile Version | Standard Version